Daun Jelatang, Ketahui 7 Manfaatnya Untuk Kesehatan

Daun Jelatang, Ketahui 7 Manfaatnya Untuk Kesehatan

Daun Jelatang, Ketahui 7 Manfaatnya Untuk Kesehatan – Sebelum pengobatan modern mulai berkembang, orang-orang pada zaman dahulu memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan sebagai obat herbal. Salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan untuk obat alami yaitu daun jelatang. 

Apa itu daun jelatang?

Daun jelatang (Laportea aestuans) bisa ditemui di berbagai daerah di Asia, tak terkecuali Indonesia. Daunnya kecil dan beracun. Daun ini diduga berasal dari Afrika, tetapi sekarang tersebar di daerah tropis dan subtropis, termasuk di Pulau Jawa dan Sumatra. Daun ini memiliki bulu-bulu halus yang gatal dengan tepi yang bergerigi. Ujungnya lancip dan pendek. Bila menyentuh permukaan daunnya, Anda akan mengalami keracunan yang ditandai dengan kulit gatal, perih, kemerahan, dan bengkak.

Manfaat daun jelatang bagi kesehatan

Berikut beberapa potensi manfaat bagi kesehatan

1. Meredakan gejala pembesaran prostat jinak

Daun dan akar jelatang bisa meredakan beragam gejala yang disebabkan oleh pembesaran prostat jinak atau benign prostate hyperplasia (BPH). Studi diuji pada manusia menemukan bahwa ekstrak daun jelatang yang dikonsumsi selama 96 minggu atau lebih membantu mengatasi masalah buang air kecil pada pasien BPH. Para ahli mengamati bahwa daun ini mengandung senyawa bernama beta-sitosterol dan scopoletin yang mencegah perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron. Perubahan ini diketahui bisa memicu BPH.

2. Mengatasi rematik dan osteoartritis

Daun jelatang sudah digunakan sejak lama sebagai pengobatan tradisional radang sendi dan pereda nyeri otot.  Sebagai obat rematik, manfaat daun jelatang gajah berfungsi sebagai antiradang, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan toleransi rasa sakit. Manfaat ini berasal dari kandungan bernama patuletin. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi daun ini membantu mengurangi dosis obat pereda nyeri. Namun, masih perlu diteliti lebih lanjut.

3. Mengatasi rhinitis alergi

Tanaman ini memang bisa memicu gatal. Namun, daun yang sudah diolah justru berpotensi sebagai obat alergi alami.  Ekstrak daun jelatang bisa menghambat peradangan yang bisa memicu rhinitis alergi. Jenis alergi ini ditandai dengan hidung meler atau tersumbat, mata berair, dan bersin. Meski begitu, para ahli masih memerlukan studi lebih lanjut untuk memastikan manfaat tersebut. 

4. Menghentikan perdarahan

Berbagai studi menemukan daun jelatang bisa dimanfaatkan sebagai penghenti perdarahan, terutama setelah operasi.  Penelitian dalam Journal of Contemporary Dental Practice (2011) juga menyebutkan khasiat daun jelatang ini untuk menghentikan perdarahan setelah operasi cabut gigi. Meski begitu, dalam studi ini, peneliti juga menggabungkan ekstrak tanaman lainnya, seperti thyme, anggur, licorice, dan lengkuas kecil, bukan hanya daun jelatang. 

5. Mendorong produksi ASI

Sebuah penelitian asal Kanada yang dimuat dalam Canadian Journal House of Midwifery Resarch and Practice (2003) menunjukkan ibu menyusui bisa meningkatkan produksi ASI dengan tanaman jelatang.  Peneliti percaya bila daun ini kaya akan berbagai zat gizi, seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium vitamin A, kalium, sulfur, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin K. Zat gizi inilah yang dipercaya mendukung proses menyusui. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengamati apa efek samping jangka panjangnya pada ibu dan bayi. 

6. Menurunkan tekanan darah

Studi pada hewan menunjukkan manfaat daun jelatang bisa menjadi obat tradisional penurun tekanan darah. Daun ini meningkatkan kadar nitrit oksida di tubuh. Senyawa ini membantu memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah pun lancar dan jantung tidak bekerja terlalu keras. Selain itu, daun ini juga melemaskan pembuluh darah dengan cara memblokir kalsium ke jantung. Akan tetapi, penelitian pada manusia masih terbatas.

7. Mengontrol gula darah

Penelitian pada manusia menunjukkan manfaat daun jelatang berkaitan dengan penurunan kadar gula darah. Tanaman ini mengandung senyawa peptida yang meniru efek hormon insulin atau hormon penurun gula darah. Pada riset terbitan Clinical Laboratory (2013), mengonsumsi ekstrak daun sebesar 500 mg tiga kali sehari bisa menurunkan kadar gula darah pada 46 pasien. Namun, riset pada manusia pada dasarnya masih sedikit sehingga herbal untuk diabetes ini perlu diteliti lebih lanjut.

Efek samping daun jelatang

Telah dijelaskan sebelumnya, efek samping daun jelatang adalah menimbulkan gatal-gatal bila langsung bersentuhan dengan kulit. Permukaan daun ini memiliki rambut halus yang mengandung senyawa pemicu gatal, seperti asetilkolin, histamin, serotonin, leukotrien, dan formic acid.

Dalam beberapa kasus, daun ini bisa memicu reaksi alergi, bahkan yang serius dan mengancam nyawa atau anafilaksis. Ibu hamil juga harus menghindari daun ini karena bisa memicu kontraksi. Hal ini bisa meningkatkan risiko keguguran. Tanaman ini juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain. Beri tahu dokter bila Anda menggunakan obat-obatan berikut.

 

  • Pengencer darah.
  • Penurun tekanan darah.
  • Pemicu buang air kecil atau diuretik.
  • Obat diabetes.
  • Litium.

Cara menggunakan daun jelatang

Jangan khawatir, daun  yang sudah dimasak bisa menghilangkan zat pemicu gatal. Jadi, daunnya pun aman dikonsumsi. Biasanya jelatang dikonsumsi dengan cara dikeringkan dan diseduh bersama dengan teh. Di beberapa negara seperti Nepal dan India, daun mudanya juga dipakai untuk memasak. Rasanya mirip seperti bayam. Anda pun bisa membeli suplemen yang telah dikemas sedemikian rupa. Hingga saat ini, belum ada dosis yang dianjurkan.

Daun jelatang bisa memicu gatal bila Anda menyentuhnya langsung. Namun, daun yang telah dikeringkan atau dimasak memiliki beberapa potensi manfaat. Anda perlu ingat bahwa manfaatnya masih perlu diteliti lebih lanjut. Hindari membeli obat herbal berbahaya dengan memilih produk teruji aman yang terdaftar di BPOM.

Scroll to Top