Perubahan Payudara Saat Hamil

Berubahnya payudara saat hamil disebabkan oleh peningkatan kadar hormon selama kehamilan. Naiknya kadar hormon kehamilan ini membuat aliran darah pada payudara meningkat, sehingga menyebabkan perubahan pada jaringan payudara.

Saat hamil, Bumil bisa mengalami beberapa perubahan pada payudara, seperti:

  • Payudara membesar serta terasa padat, nyeri, dan sensitif
  • Warna puting dan areola (kulit di sekitar puting) menjadi lebih gelap
  • Pembuluh darah di payudara terlihat lebih jelas
  • Keluar cairan kental kekuningan (kolostrum) dari puting
  • Muncul benjolan kecil di permukaan areola akibat saluran susu tersumbat

Perawatan Payudara Saat Hamil

Berbagai perubahan pada payudara yang terjadi mungkin membuat Bumil merasa tidak nyaman. Untuk meringankan keluhan tersebut, Bumil bisa melakukan beberapa langkah perawatan payudara saat hamil berikut ini:

Menggunakan bra yang nyaman

Pada siang hari, gunakan bra khusus ibu hamil atau bra khusus olahraga yang mampu menopang seluruh payudara dan menyokong punggung. Sementara untuk malam hari, gunakan bra khusus tidur yang ringan dan lembut agar Bumil dapat tidur dengan lebih nyaman.

Saat hendak membeli bra tersebut, pilihlah bra yang terbuat dari kain katun, memiliki pengait atau tali yang dapat disesuaikan panjangnya, dan tidak berkawat.

 Mengoleskan pelembap pada payudara

Payudara yang membesar bisa membuat kulit payudara jadi meregang dan muncul stretch mark. Perubahan pada payudara ini terkadang bisa menimbulkan rasa gatal.

Untuk meredakan gatal di payudara, Bumil dapat mengoleskan pelembab setelah mandi dan menjelang tidur. Bumil juga bisa menggunakan pelembap jika kulit payudara terasa gatal karena kulit payudara yang kering.

Menggunakan breast pad

Jika cairan yang keluar dari puting payudara berjumlah banyak hingga membasahi baju, Bumil disarankan untuk menggunakan breast pad di dalam bra. Bumil bisa memilih breast pad sekali pakai atau yang bisa dicuci dan digunakan berulang kali.

Mengompres payudara

Ketika payudara terasa nyeri dan sensitif, Bumil bisa mencoba memberikan kompres hangat dengan air yang sudah direndam air hangat pada payudara. Jika suhu hangat membuat Bumil merasa kurang nyaman, cobalah memberi kompres dingin dengan kain yang dibungkus es atau yang sudah direndam air dingin pada payudara.

 Memijat payudara

Jika muncul benjolan di areola, Bumil bisa meredakannya dengan menempelkan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Setelah itu, pijat payudara agar saluran susu menjadi lancar. Cara memijat payudara yang benar adalah dari bagian atas payudara menuju ke puting.

Namun, waspadai jika muncul benjolan baru di payudara atau ketiak yang disertai lekukan atau lesung payudara, puting payudara masuk ke dalam, keluar darah dari puting, dan kulit payudara mengalami iritasi, kemerahan, atau terkelupas. Tanda gejala tersebut bisa jadi menandakan kemungkinan adanya kanker payudara.

Selain melakukan perawatan payudara saat hamil, Bumil juga bisa berkonsultasi ke dokter kandungan mengenai perubahan payudara yang terjadi. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan memastikan apakah perubahan yang Bumil rasakan adalah hal yang normal atau bukan dan memberikan penanganan jika memang diperlukan.

Pijatan lembut pada payudara:

Perawatan payudara dalam hal ini pijat payudara dimulai dari usia kehamilan memasuki trimester tiga. Perawatan payudara dilakukan dengan cara mengurutnya setiap pagi dan sore sebelum mandi.  

Pijat payudara dilakukan dengan cara sebagai berikut: 

Cuci terlebih dahulu tangan dengan sabun. Urutlah payudara dari pangkal menuju puting susu, masing-masing selama 2 menit atau 10 kali pijatan.   Pemijatan ini berguna untuk menghilangkan sumbatan sel-sel mati yang membuat produksi air susu menjadi tidak lancar. Langkah selanjutnya adalah memijat payudara dari bagian bawah menuju ke puting.

Cara membersihkan puting:

Olesi puting dengan minyak atau baby oil agar puting menjadi lunak.  Gosok puting susu dengan handuk agar kotoran keluar. Jika puting masuk ke dalam, puting ditarik keluar dengan cara dipegang di antara dua jari yang dilapisi handuk.

Lakukan secara perlahan-lahan dan berulang-ulang selama lima menit. Selain itu, untuk menjaga agar puting tetap menonjol serta sel-sel kulit mati terlepas dari puting, Anda dapat melakukan hal-hal berikut.