Jenis Penyimpangan Seksual dan Terapi untuk Mengatasinya

Jenis Penyimpangan Seksual dan Terapi untuk Mengatasinya
Jenis Penyimpangan Seksual dan Terapi untuk Mengatasinya

Jenis Penyimpangan Seksual dan Terapi untuk MengatasinyaSelain pedofilia, ada banyak jenis-jenis penyimpangan seksual yang perlu diketahui.

kamu dan pasangan tentu pernah menonton atau membaca berita tentang kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur, bukan?

Faktanya, kelainan seksual ini semakin marak terjadi belakangan terakhir ini.

Tak hanya di publik, di kehidupan privat dan keluarga pun sering terjadi penyimpangan seksual.

Jenis Penyimpangan Seksual dan Terapi untuk Mengatasinya

Seberapa Umum Penyimpangan Seksual Terjadi?

Penyimpangan seksual atau parafilia bisa terjadi pada pria maupun wanita.

Sebagian besar dari kondisi tersebut berhubungan dengan perilaku agresif.

Meski demikian, ada juga beberapa jenis penyimpangan seksual yang tidak didasari perilaku agresif atau berbahaya.

Beberapa jenis parafilia yang dimaksud, seperti pedofilia, eksibisionisme, voyeurisme, sadisme, dan frotteurisme.

Memiliki fantasi atau perilaku parafilik, bagaimana pun juga, tidak selalu berarti orang tersebut memiliki penyakit mental.

Fantasi dan perilaku dapat terjadi dalam bentuk yang tidak terlalu parah, tidak merugikan orang lain atau menyebabkan tindakan pidana.

Mereka mungkin hanya terbatas pada fantasi selama masturbasi atau hubungan seksual dengan pasangan.

Jenis-Jenis Penyimpangan Seksual

Mengacu pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima tahun 2013, definisi penyimpangan seksual telah mengalami perubahan seiring berjalannya waktu dan budaya masyarakat.

Saat ini, penyimpangan seksual atau parafilia diartikan sebagai segala ketertarikan seksual yang kuat dan tetap.

Hal ini juga bermakna ketertarikan seksual yang normal dengan pasangan (manusia) berdasarkan persetujuan.

Terlepas dari itu, berikut ini beberapa jenis kelainan seksual yang umum ditemukan di masyarakat:

Voyeurism

Voyeurism adalah penyimpangan yang terjadi ketika seseorang merasa bergairah dan terangsang ketika mengintip atau menonton film porno.

Penyimpangan seksual ini terjadi tanpa sepengetahuan orang yang sedang telanjang, berganti baju, atau melakukan kegiatan seksual.

Penyebab utama dari kondisi ini tidak diketahui dengan pasti.

Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan perilaku voyeurism, yaitu:

  1. Pelecehan seksual di masa kanak-kanak
  2. Penyalahgunaan zat
  3. Memiliki ketertarikan tinggi dengan seks
  4. Hiperseks
  5. Perilaku voyeurism dapat sangat mengganggu privasi orang lain, baik di dalam rumah, ruang ganti, atau area ruang privat.

Pelaku dengan kelainan seksual ini juga sering merekam atau memotret kegiatan seksual orang lain tanpa izin.

Exhibitionism

Salah satu istilah penyimpangan seksual yang cukup umum adalah exhibitonism.

Kelainan ini adalah ketika seseorang mendapatkan kepuasan dan keinginan seksual dengan memperlihatkan area genital ke orang lain.

Pelaku dari kelainan seksual ini sangat mungkin melakukan masturbasi di depan orang lain atau khalayak umum.

Mereka membutuhkan reaksi, seperti terkejut atau diperhatikan orang lain.

Namun, orang-orang exhibitionism biasanya tidak menginginkan kontak seksual sehingga jarang melakukan kekerasan seperti pemerkosaan.

Melansir ScienceDirect, gangguan ini dapat timbul akibat tidak terpenuhinya fantasi seksual yang dimiliki.

Frotteurism

Frotteurism adalah jenis penyimpangan seksual yang membuat seseorang berfantasi.

Artinya, orang tersebut memiliki dorongan seksual yang kuat untuk menyentuh payudara, kaki, bokong, atau genital orang lain tanpa persetujuan.

Pelaku kelainan seksual ini biasanya akan menggesekkan pelvis atau penis mereka ke orang lain secara diam-diam.

Para pengidapnya menyukai kegiatan seksual yang privat, namun dilakukan di ruang publik.

Dikategorikan sebagai kekerasan seksual, frotteurism biasanya dilakukan di tempat ramai, seperti bus, kereta, lift, bahkan jalanan.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan kondisi ini.

Namun, orang-orang yang mengalaminya bisa mengikuti terapi untuk membantu menekan keinginan tersebut.

Terapi yang dimaksud, mungkin termasuk psikoterapi dan mengonsumsi obat antiandrogen.

Masochism

Masochism adalah jenis penyimpangan seksual yang membuat pengidapnya merasa terangsang ketika dihina, dipukul, diikat, atau disakiti.

Biasanya, para masokis akan berusaha mencari dan berinteraksi dengan pasangan yang mengidap kecenderungan sadism.

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, masokis sering digunakan sebagai ‘wadah’ untuk bertukar kekuasaan dengan orang lain.

Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan seksual masing-masing pihak.

Orang masokis juga sering dikaitkan dengan perilaku BDSM alias Bondage, Dominance, Sadism, dan Masochism.

Sadism

Orang dengan sadism atau sadisme memiliki jenis penyimpangan seksual yang agak berbeda.

Pelaku akan merasa terangsang ketika melakukan kekerasan secara fisik maupun psikologis terhadap pasangan seksualnya.

Jika dilakukan kepada pasangan yang tidak memberikan persetujuan, sadism dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal.

Apabila dilakukan dengan kesepakatan, hubungan antara pengidap sadism dan masochism dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Gangguan ini diduga disebabkan oleh trauma masa kecil atau dibesarkan oleh keluarga dengan riwayat dianiaya.

Gangguan kepribadian sadisme dianggap lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Pedophilia

Penyimpangan seksual pedophilia ditandai dengan fantasi seksual atau keinginan tertentu.

Artinya, perilaku seksual akan terasa lebih intens dan berulang, serta melibatkan anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Pedophilia mungkin dapat tertarik kepada anak laki-laki, anak perempuan, atau keduanya.

Sebagian pedofil memiliki kriteria khusus, seperti rentang umur tertentu, memiliki hubungan darah, dan lain-lain.

Beberapa pedofil juga dapat tertarik kepada anak-anak saja. Namun, ada pula yang juga tertarik kepada orang dewasa.

Dari sebagian besar kasus, pelaku pedofilia adalah orang yang telah dikenal anak, seperti orang tua, kerabat, guru, atau tetangga.

Fetishism

Fetishism adalah penggunaan sebuah objek atau bagian tubuh non-genital untuk merangsang hasrat seksual.

Orang yang memiliki fetish biasanya dapat terstimulasi secara seksual dengan beberapa cara yang tergolong tidak biasa.

Sering digambarkan dengan memakai, memegang, meraba, atau mengendus objek, seperti sepatu wanita atau lingerie.

Fetishism yang tertarik pada anggota tubuh nongenital disebut dengan partialism.

Pengidap partialism memiliki ketertarikan khusus dan terstimulasi ketika menyentuh bagian tubuh tertentu, contohnya telapak kaki dan jari tangan.

Beberapa fetish yang juga aneh dan terjadi belakangan terakhir adalah ketertarikan dengan kain jarik.

Transvestism

Transvestism adalah jenis penyimpangan seksual, di mana pengidapnya merasa terangsang ketika melakukan sesuatu.

Sepertinya hal menggunakan pakaian lawan jenisnya alias crossdressing.

Namun, tidak setiap orang yang crossdressing mengidap transvestism, ya!

Orang dengan transvestism juga belum tentu menginginkan untuk berubah menjadi lawan jenis, seperti halnya transgender.

Penyebab dari kelainan seksual ini tidak diketahui secara pasti.

Menurut Psych Online Services, kelainan seksual ini diduga berkaitan dengan perkembangan gairah seksual ketika masa pubertas.

Autogynephilia

Autogynephilia didefinisikan sebagai kecenderungan laki-laki untuk terangsang secara seksual oleh pemikiran dirinya sebagai perempuan.

Ini adalah parafilia yang sering dikaitkan dengan transvestisme sebagai penyimpangan seksual sebelumnya.

Penyebab pasti dari kelainan seksual ini tidak sepenuhnya dipahami.

Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut, seperti genetik, pengaruh hormonal selama perkembangan kehamilan, dan lingkungan.

Dalam sejumlah kasus, timbulnya kelainan seksual ini terjadi selama masa kanak-kanak .

Terapi hormon dan operasi penggantian kelamin dapat menjadi pengobatan yang efektif pada transeksualisme otoginfilik.

Itulah beberapa penyakit menyimpang sosial yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat sekitar, lalu bagaimana cara untuk mengobatinya ? Yuk kita simak penjelasanya berikut ini.

Ragam Pengobatan Penyimpangan Seksual

Apabila Moms memiliki kenalan dengan penyimpangan seksual dan telah mengganggu aktivitas sehari-hari, ini perlu segera diobati.

Beberapa jenis penyimpangan seksual dapat diterapi agar terkontrol.

Berikut adalah sejumlah pengobatan dan langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan kelainan seksual:

1. Terapi dan Konseling

2.Terapi Hormon Testosteron

3. Konsumsi Obat-Obatan

4. Terapi Emosional Diri

5. Terapi Kelompok

Itulah sejumlah penyimpangan seksual yang umum terjadi dan beragam pengobatannya. Semoga kita terhindar dari kelainan seksual ini, ya, teman!

Scroll to Top