Berapa Lama Durasi Pria Ejakulasi Secara Normal?

 

 

Berapa Lama Durasi Pria Ejakulasi secara Normal?

Berapa Lama Durasi Pria Ejakulasi Secara Normal? – Ejakulasi adalah proses keluarnya air mani melalui penis pria. Idealnya, klimaks saat bercinta atau orgasme ditandai dengan terjadinya ejakulasi. Lantas, berapa lama lelaki normal ejakulasi?

Ketahui jawaban selengkapnya berikut ini. Berapa lama lelaki normal ejakulasi? Seks dan orgasme bisa dikatakan sebagai dua hal yang saling berkaitan satu sama lain Puncak kenikmatan seks biasanya baru akan tercapai setelah mengalami orgasme, atau bagi pria ditandai ketika terjadinya ejakulasi.

Lantas, bagaimana dari sisi medis menilai waktu rata-rata atau berapa lama lelaki normal ejakulasi? Dr. Michael Lowy, dokter kesehatan seksual spesialis kondisi kesehatan pria, pengobatan, dan konseling seksual mencoba menjelaskan durasi ejakulasi secara umum. 

Selama hubungan seksual, kebanyakan pria bisa mengalami ejakulasi antara 5 – 10 menit setelah penetrasi. Waktu rata-rata untuk mencapai ejakulasi setelah penetrasi adalah 5,5 menit. Durasi waktu tersebut mungkin akan lebih lama pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Ejakulasi dini berapa menit?

Jika pria mencapai klimaks atau orgasme terlalu cepat saat berhubungan intim, ejakulasi bisa tiba-tiba terjadi. Kondisi inilah yang dinamakan ejakulasi dini. Ejakulasi dini juga bisa terjadi hanya dari gairah dan rangsangan seksual yang sederhana. National Health Services mendefinisikan ejakulasi dini sebagai ejakulasi yang terjadi dalam waktu kurang dari hingga 1 menit setelah penetrasi.

Satu menit tentunya sangat singkat dibandingkan dengan waktu normal pria untuk bisa ejakulasi, yakni sekitar 5 menit.  Padahal, sebuah ulasan ilmiah lama dalam The journal of sexual medicine menjelaskan seks vaginal “biasanya” berlangsung 3 – 7 menit.

Menurut survei dalam penelitian tersebut, seks vaginal yang berlangsung 1 – 2 menit dinilai terlalu singkat.  Sementara itu, seks vaginal yang berlangsung 10 – 30 menit dianggap terlalu lama. Jadi, berapa lama lelaki ejakulasi normal dalam hubungan seks vaginal berlangsung? Terapis seks dalam survei tersebut menyebutkan waktu ideal seorang pria mencapai ejakulasi adalah 7 – 13 menit.

Frekuensi dan faktor ejakulasi normal

Banyak pria mungkin bertanya-tanya saat berhubungan seks atau masturbasi. Berapa kali ejakulasi normal terjadi dan faktor apa saja yang memengaruhi ejakulasi normal? Sebenarnya, tidak ada jumlah “normal” berapa kali seorang pria harus ejakulasi. Frekuensi ejakulasi rata-rata bervariasi menurut banyak faktor, termasuk pria. Beberapa faktor yang memengaruhi ejakulasi normal pada pria antara lain:

  • usia,
  • kesehatan, dan 
  • keharmonisan hubungan dengan pasangan.

Menurut studi dalam jurnal PloS one (2017), hubungan seks berpasangan dan frekuensi ejakulasi paling sering terjadi pada pria berusia 25 – 29 tahun.  Sekitar 68,9% melaporkan hubungan seks vaginal selama sebulan terakhir. Angka tersebut turun sedikit menjadi 63,2%, di antara pria berusia 30-an dan menurun setiap dekade seiring bertambahnya usia.

Artinya, jumlah frekuensi ejakulasi “normal” pada pria sangat dipengaruhi oleh usia dan kesehatannya. Selain itu, tidak ada pedoman yang menyatakan frekuensi ideal pria untuk ejakulasi, baik saat masturbasi maupun seks dengan pasangan

Gangguan terkait ejakulasi

Ejakulasi dini adalah salah satu dari beberapa masalah seksual pria yang kerap dikeluhkan. Selain membuat seks terasa kurang nikmat, ejakulasi dini mengurangi kepuasan fisik dan batin selama bercinta.  Perlu diketahui bahwa ejakulasi dini tidak sama dengan disfungsi ereksi, meskipun keduanya sama-sama gangguan terkait ejakulasi.

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk melakukan ereksi (mempertahankan penis tetap keras atau tegang) secara optimal saat berhubungan seks.  Meski sebenarnya berbeda, tetapi ada kesamaan gejala impotensi dengan ejakulasi dini, seperti kesulitan mempertahankan ereksi penis.

Ada pilihan cara mengatasi ejakulasi dini dengan konsumsi obat-obatan. Jenis obat yang digunakan serupa seperti untuk menangani depresi (antidepresan), misalnya paroxetine, sertraline, dan fluoxetine.  Selain itu, rutin melakukan senam kegel dapat memperbaiki aliran darah ke penis sehingga ejakulasi pun bisa tahan lebih lama.

Jika Anda khawatir tentang durasi atau waktu normal ejakulasi, berkonsultasilah dengan dokter atau terapis seksual. Mereka dapat membantu Anda mencari tahu penyebab yang mendasari, serta menyarankan terapi atau pengobatan yang bisa Anda lakukan.

Ragam penyebab sperma tidak keluar saat orgasme

Dalam istilah medis, kondisi orgasme yang tidak diikuti keluarnya sperma disebut anejakulasi. Anejakulasi terjadi ketika Anda mencapai klimaks setelah berhubungan intim atau masturbasi, tetapi penis hanya mengeluarkan sedikit air mani atau tidak sama sekali. Ada beragam kondisi yang dapat menyebabkan air mani dan sperma tidak keluar, berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Ejakulasi tertunda

Laki-laki dengan masalah ejakulasi tertunda (delayed ejaculation) membutuhkan rangsangan yang lebih lama (biasanya lebih dari 30 menit) untuk mencapai klimaks dan mengeluarkan sperma.  Bahkan, beberapa pengidap ejakulasi tertunda tidak dapat berejakulasi sama sekali.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, konsumsi obat-obatan, atau gangguan mental. Kondisi ini mungkin hanya bersifat sementara. Namun, bukan tidak mungkin ejakulasi tertunda menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang terjadi seumur hidup.

2. Ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde terjadi jika air mani yang seharusnya keluar melalui penis ketika orgasme justru masuk ke dalam kandung kemih. Akibatnya, pria mungkin hanya mengeluarkan sedikit sperma atau tidak sama sekali.

Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat pria tidak subur dan sulit punya keturunan.  Selain sperma tidak keluar, ejakulasi retrograde ditandai dengan warna urine lebih pucat dan agak kental karena mengandung air mani yang seharusnya keluar saat orgasme.

3. Operasi prostat

Bedah prostat dengan laser biasanya dilakukan untuk mengobati pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH).  Pembedahan laser ini membantu mengecilkan atau mengangkat jaringan berlebih pada prostat. Dengan begitu, gangguan kandung kemih akibat pembesaran prostat dapat teratasi.

Beberapa gangguan tersebut antara lain infeksi saluran kemih, sering buang air kecil, dan laju air kencing lambat. Sayangnya, efek samping dari prosedur ini bisa memicu orgasme kering. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak mampu mengeluarkan sperma ketika mencapai puncak kenikmatan seksual

Scroll to Top