Jenis dan Manfaat Tanaman Obat untuk Penyakit  

Indonesia memiliki ragam tanaman obat yang dipercaya bermanfaat untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit. Tanaman-tanaman obat ini bisa diolah menjadi jamu, ekstrak, maupun teh herbal.

Berikut ini adalah beberapa jenis dan manfaat tanaman obat untuk penyakit yang umum dan sering digunakan:

1) Seledri

Seledri merupakan contoh tanaman obat yang mengandung antioksidan, vitamin C, beta-karoten, dan flavonoid. Antioksidan membantu melindungi sel, pembuluh darah, dan organ dari kerusakan. Seledri juga telah lama dikenal sebagai sayuran yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Selain banyak manfaatnya bagi kesehatan, seledri juga merupakan sayuran serbaguna. Anda bisa memakannya mentah ataupun dimasak karena seledri merupakan tambahan yang bagus untuk masakan yang ditumis, sup, dan jus. Berikut ini cara menanam seledri di rumah.
  • Rendam biji seledri di dalam air hangat selama kurang lebih 30 menit, lalu letakkan biji seledri di atas kain basah. Tutup kain tersebut dan diamkan selama 24 jam atau hingga biji seledri berubah menjadi kecambah.
  • Setelah biji seledri berubah menjadi kecambah, siapkan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk, dan sekam bakar.
  • Isi polybag atau pot dengan media tanam, kemudian masukkan kecambah seledri ke dalamnya. Siram secukupnya agar tanah menjadi lembab, tetapi tidak lembek.
Setelah ditanam selama tiga bulan, seledri bisa dipanen. Cukup potong batangnya saja agar seledri dapat tumbuh kembali.

2) Serai

Serai merupakan tanaman obat yang sering digunakan untuk campuran teh karena dapat menambah cita rasa. Menurut WebMD, serai mengandung zat yang bisa membantu meredakan nyeri dan bengkak, mengurangi demam, serta mengurangi sakit perut.
Memiliki tanaman serai di rumah akan mendatangkan banyak keuntungan bagi keluarga Anda. Selain untuk dikonsumsi, serai dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena serangga kecil ini tidak menyukai aromanya.
Tahukah Anda, serai dapat dikembangbiakkan di dalam toples yang berisi air? Caranya mudah, yaitu dengan memotong bagian bawah serai kemudian masukkan ke dalam toples yang telah diisi air hingga setengah bagian. Tunggu sampai tunas serai tumbuh kemudian pindahkan ke dalam pot.

3) Tanaman Obat Daun Jarak

Kandungan tanaman obat daun jarak memiliki khasiat mengatasi rematik.(Sumber: Pexels.com)
Hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkan daun jarak untuk diolah menjadi tanaman obat. Padahal, daun jarak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan dapat digunakan untuk terapi. Daun jarak kaya akan flavonoid, protein, kalsium, dan kalium yang membantu mengurangi rematik.
Ketika Anda jarang berolahraga, tubuh kehilangan kelenturan kemudian rematik menyerang. Rematik adalah kondisi di saat persedian kehilangan kelenturan karena pelumas berkurang dan rasanya benar-benar menyakitkan. Untuk membantu mengusir rematik, Anda bisa merebus daun jarak, kemudian meminumnya sebagai ramuan herbal.

4) Sirih

Tanaman obat daun sirih dapat mengatasi percepatan penyembuhan luka. (Sumber: Pexels.com)
Daun sirih penuh dengan vitamin seperti vitamin C, thiamine, niacin, riboflavin, dan karoten. Komponen yang ada dalam daun sirih dapat membantu mengurangi kadar gula dalam darah, meningkatkan metabolisme tubuh, dan menjaga kesehatan gigi. Apabila daun sirih dioleskan di atas luka kemudian dibalut, daun sirih dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.
Karena sirih adalah tanaman menjalar, Anda dapat dengan mudah menanamnya sebagai tanaman obat di rumah. Bibit sirih dapat ditanam di dalam pot ataupun polybag dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk organik.

5) Selasih

Selasih bermanfaat untuk mengatasi sembelit. (Sumber: Pexels.com)
Di musim kemarau, selasih sering digunakan sebagai pelengkap es buah karena bermanfaat sebagai pendingin alami yang membantu mengurangi panas tubuh. Namun, biji ini memiliki lebih banyak manfaat dari sekadar tambahan pada minuman dingin.
Selasih dapat bekerja secara menakjubkan untuk membantu menurunkan berat badan karena tingginya jumlah asam lemak Omega-3. Selasih juga membantu mengurangi rasa lapar dan membuat Anda kenyang untuk waktu yang lama. Minum biji selasih dengan air hangat bisa membantu meredakan masalah pencernaan, sembelit, dan kembung.
Penanaman selasih di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan stek batang. Biji selasih dapat disemai terlebih dahulu di atas kapas basah hingga menjadi bibit ataupun langsung ditanam di media tanam. Jika ingin melakukan stek batang, pilihlah batang yang kuat dan cukup besar.

6) Keladi

3.6 Umbi Keladi
Daun dan umbi keladi dapat digunakan sebagai bahan makanan, tetapi umbinya harus dimasak. Selain dinikmati sebagai camilan, tahukah Anda kalau keladi memiliki banyak manfaat kesehatan dan bisa dijadikan tanaman obat?
Kemampuan keladi sebagai tanaman obat antara lain adalah membantu menurunkan kadar gula darah, melindungi kulit, menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan kesehatan mata, meningkatkan sirkulasi, dan membantu sistem kekebalan tubuh. Keladi juga merupakan makanan yang kaya serat sehingga bisa menjadi pilihan untuk mendukung program diet Anda.
Jika ingin menanam keladi, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan bibit keladi. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan khusus, tetapi pastikan saja tanahnya tidak kering dan keladi mendapatkan banyak sinar matahari.

7) Jahe

Kandungan jahe dapat membuat tubuh terasa hangat. (Sumber: Pexels.com)
Tidak mengherankan jika jahe digunakan dalam berbagai bentuk pengobatan herbal karena tanaman obat ini dipenuhi dengan nutrisi yang memiliki manfaat untuk tubuh. Jahe sering digunakan untuk membantu mengurangi mual, mengurangi nyeri otot akibat olahraga, dan melawan pilek. Gingerol, senyawa utama di dalam jahe, memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan.
Untuk menanam jahe di rumah, pilih bibit jahe berkualitas dan terbebas dari hama. Siapkan pot berisi tanah yang gembur dan pupuk, kemudian tanam bibit jahe dengan bagian mata tunas yang menghadap ke atas. Tempatkan pot di area yang tidak terkena sinar matahari langsung dan siram dengan sedikit air saja.

8) Lidah Buaya

Lidah buaya dapat mencegah dehidrasi. (Sumber: Pexels.com)
Lidah buaya merupakan tanaman obat yang sejak lama dimanfaatkan oleh orang Indonesia sebagai tanaman hias dan juga sering diolah menjadi es lidah buaya. Khasiat lidah buaya beragam, seperti membantu meningkatkan kebersihan mulut, mencegah dehidrasi, mengatasi konstipasi, hingga mengurangi jerawat.
Sifatnya yang menenangkan, melembabkan, dan mendinginkan membuat lidah buaya dalam bentuk gel sering digunakan untuk mengurangi luka akibat terbakar sinar matahari. Untuk menanam sendiri lidah buaya di rumah, Anda membutuhkan bibit lidah buaya yang berukuran sekitar 10 cm. Tanamlah bibit lidah buaya dengan cara menancapkannya ke dalam media tanam berupa campuran tanah dan pupuk.

9) Lengkuas

Lengkuas bermanfaat meredakan asma. (Sumber: Pexels.com)
Lengkuas adalah salah satu tanaman obat yang mudah ditanam di pekarangan rumah. Tanaman ini banyak digunakan sebagai bumbu masak maupun bahan baku pembuatan jamu. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan jika mengkonsumsi lengkuas meliputi meredakan asma, menurunkan kadar kolesterol di tubuh, meringankan batuk, hingga menurunkan demam.

10) Kencur

Kencur dapat mengobati diare. (Sumber: Pexels.com)
Siapa yang tidak mengenali tanaman obat kencur. Kencur memiliki citarasa dan aroma yang cukup khas dibandingkan dengan tanaman obat lain. Dengan citarasa yang khas, kencur banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan tradisional. Selain itu, kencur juga banyak disukai setelah diproses sebagai jamu beras kencur. Manfaat yang dapat diperoleh dari kencur adalah meredakan batuk dan tenggorokan yang gatal, menghangatkan tubuh, mengobati diare, hingga mencegah kanker.

11) Temulawak

Temulawak bermanfaat sebagai anti bakteri (Sumber: Pexels.com)
Tanaman obat temulawak telah dikenal sebagai alternatif obat tradisional untuk meningkatkan nafsu makan pada anak. Selain khasiat tersebut, temulawak banyak dikonsumsi untuk memperlancar proses pencernaan, mengatasi peradangan, hingga berguna sebagai anti bakteri. Apabila rutin dikonsumsi, temulawak juga berkhasiat untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap bugar dan sehat.

12) Kayu Manis

Kayu manis bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. (Sumber: Pexels.com)
Terlepas dari bau harum yang khas, ternyata kayu manis memiliki segudang manfaat yang baik untuk tubuh. Kayu manis yang biasanya digunakan sebagai bahan masakan hingga minuman ternyata mengandung antioksidan yang tinggi. Manfaat antioksidan bagi tubuh sendiri meliputi melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Selain itu, khasiat lain dari kayu manis adalah menurunkan kadar gula pada darah.

13) Jeruk Nipis

Jeruk nipis dapat menjaga sistem imun. (Sumber: Pexels.com)
Tanaman obat yang serbaguna ini mungkin sudah dikenal kegunaan dan manfaatnya. Bukan hanya menjaga kesehatan tubuh, jeruk nipis juga banyak digunakan sebagai bahan untuk menjaga kebersihan rumah. Jeruk nipis dapat digunakan sebagai bahan pengganti sabun cuci yang alami dan mengusir berbagai serangga. Sedangkan manfaat bagi tubuh, jeruk nipis dapat melancarkan pencernaan dan menjaga sistem imun.

14) Tanaman Obat Mengkudu

Tanaman mengkudu dapat menurunkan kolesterol. (Sumber: Pexels.com)
Walaupun dari segi rasa mengkudu tidak memiliki rasa yang cukup nikmat, namun khasiat tanaman obat ini sungguh luar biasa. Mengkonsumsi mengkudu dapat menghindari dari serangan penyakit stroke, meningkatkan kekebalan tubuh, hingga menurunkan kolesterol.
Cara mengkonsumsi mengkudu adalah dengan memilih buat yang setengah matang. Biasanya ditandai dengan warna yang menguning dan belum mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kemudian kupas kupas kulit dan buang bijinya. Anda dapat mencampurkan sirup maupun bahan tambahan agar menyamarkan rasa mengkudu yang cenderung pahit.

15) Binahong

Tanaman binahong dapat mengatasi maag. (Sumber: Pexels.com)
Tanaman binahong memiliki daun yang dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional. Daun binahong telah dikenal memiliki khasiat untuk mengobati maupun meredakan berbagai masalah kesehatan. Salah satu contoh manfaat daun binahong adalah mengatasi maag, meredakan asam urat, mencegah penyakit kanker, hingga ginjal.

16) Lemon

Lemon dapat menjaga kesehatan kulit khususnya wajah. (Sumber: Pexels.com)
Sama seperti jenis jeruk lainnya, lemon juga merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki berbagai manfaat. Manfaat dari mengkonsumsi lemon adalah dapat meningkatkan kekebalan imun, mencegah stroke, hingga kanker.
Selain manfaat tersebut, lemon juga banyak dikonsumsi dengan tujuan menjaga kesehatan kulit khususnya wajah. Kandungan vitamin C pada lemon dapat mencerahkan wajah hingga meredakan bekas jerawat.

17) Belimbing

Belimbing dapat bermanfaat mencegah penyakit kardiovaskular. (Sumber: Pexels.com)
Mengkonsumsi buah belimbing saat telah matang tentunya sangat nikmat. Namun dibalik kesegaran dari rasa buah belimbing, ternyata terdapat beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat yang didapat adalah belimbing dapat mengendalikan kadar gula dalam darah. Selain itu, bagi Anda yang sedang melakukan program diet, belimbing ternyata memiliki khasiat dalam menurunkan berat badan. Manfaat lain yang bisa didapat dari mengkonsumsi belimbing adalah dapat mencegah penyakit kardiovaskular yang menyerang jantung.

18) Srikaya

Srikaya dapat bermanfaat mengurangi ketombe. (Sumber: Pexels.com)
Buah yang cocok dikonsumsi dalam bentuk jus ini ternyata merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat bagi kesehatan. Manfaat dari mengkonsumsi srikaya adalah dapat menjaga kelancaran sistem pencernaan. Hal ini dikarenakan tingginya kandungan serat pada srikaya. Selain itu, srikaya juga dapat bermanfaat mengurangi ketombe dan kutu rambut dengan cara membalurkan buah pada kulit kepala dan rambut.

19) Jambu Biji

Jambu biji sebagai obat alami untuk demam berdarah. (Sumber: Pexels.com)
Jambu biji bisa dikatakan sebagai tanaman obat karena beberapa bagian tanamannya seperti daun dan buahnya dapat bermanfaat bagi kesehatan. Daun dari jambu biji sendiri telah dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi diare. Sedangkan buah jambu biji banyak digunakan sebagai obat alami demam berdarah. Hal ini dikarenakan jambu biji dapat menaikkan trombosit darah secara signifikan.